Minggu, 01 Mei 2011

PROPOSAL PKD 2011 PMII KAB PANDEGLANG


I.                   Dasar Pemikiran
Saat didirikan PMII merupakan bagian integral dari organisasi NU. PMII dilahirkan sebagai sayap mahasiswa NU disamping GP Ansor disayap pemuda, muslimat disayap ibu-ibu, Fatayat disayap remaja putri dan IPNU/IPPNU disayap pelajar, SARBUMUSI disayap buruh dan LESBUMI disayap seni. Maka keterlibatan PMII dimasa-masa awal berdirinya sebagai penyokong NU adalah sebuah keharusan.
Pada tahun 1974 ketika NU dipaksakan melakukan fungsi bersama partai-partai Islam lain dalam PPP. Deklarasi Independensi Murnajati-Malang juga merupakan pilihan sejarah yang sangat relepan dengan tegas. PMII menyatakan Independen dari NU karena PMII memang harus menegaskan vissinya sebagai organisasi yang lepas dari kepentingan partai politik demikian pula, deklarasi interdependesi pada dekade 1980, yang menegaskan kesaling ketergantungan PMII-NU adalah bukti bahwa PMII tidak adakan dapat meninggalkan komitmennya terhadap jama’ah nahdliyyin. Perdebatan tentang pola dependensi-indepedensi-interdependensi ini mulai berhenti.
Secara nasioanal PMII melalui fokus gerakan yang mencita-citakan terjadinya perubahan sistem dalam jangka panjang. Dengan mencukupkan perdebatan tersebut, PMII melalui menghindari jebakan primodialisme gerakan. Apabila perdebatan tersebut berlanjut, kemungkinan yang paling nyata PMII tidak akan dapat pernah berperan sebagai agen tranpormasi didalam NU, namun akan menjadi bagian dari kemapanan NU yang membekukan. Dengan demikain komitmen PMII terhadap NU adalah komitmen yang mengambil bentuk class of struggle (kelas perjuangan). Yakni menepatkan jama’ah nahdliyyin sebagai bagian warga dari negara bangsa Indonesia kemana pertaruhan perjuangan gerakan PMII dialamatkan. Penegasan tersebut perlu dilakukan karena pusat keprihatinan PMII bukanlah nasib kelompok tertentu, melainkan semata-mata negara bangsa Indonesia. Melalui penegasan itu, diharapkan gerakan PMII saat ini dan kemudian hari akan lebih ekstensif baik dalam ruang maupun bentuk dan tidak monolitik memusat dalam lingkaran Nahdlatul Ulama.
Namun harus citat bahwa penegasan tersebut bukan berarti PMII menegasikan ruang gerak kader PMII yang saat ini telah tercipta. Menurut hemat kami, tidak ada perlu dikecam dan dipermasalahkan apabila pakta saat ini kader-kader masih memusat dilingkaran organisasi NU. Kita masih berharap, bahwa pemusatan tersebut akan bermakna strategis bagi gerakan dikemudian hari. Selain itu fakta tersebut memang tercipta cara struktural kitika sejak dalam pikiran, kita belum mampuh memililah, antara misi-posisi-fungsi dalam gerakan. Fakta tersebut juga tercipta ketika habitan pergaulan kita, ternyata, masih dibatasi oleh sekat-sekat simbol, bukan dijembatani oleh gagasan dan keahlian.
Bagi mahasiswa saat ini, gerakan bukan istilah familiar yang dekat dengan pernyataan sehari-hari yang mereka hadapi. “Gerakan” mungkin hidup dalam imajinasi meraka setelah membaca lideratur secara nasional atau berita aksi mahasiswa masukan tersebut, gerakan mendapat citra tersendiri beriringan dengan citra tentang aktivis mahasiswa barang kali tangtangan pertama yang harus diterima PMII.
Tantangan kedua, input kader PMII saat ini tidak lagi hanya individu yang dibesarkan dalam trandisi santri dengan kemampuan dasar agama dan semangan trandisionalisme yang tinggi. Meskipun unsur-unsur tersebut masih didapati, namun latarbelakang kader PMII semakin beragam. Mulai banyak juga kader PMII yang bukan berasal dari kalangan santri, bukan pedesaan dan sedikit memiliki bekal agama
Tangtangan ketiga, input kader PMII masih membawa mentalitas agraris. Seberapapun sudah cukup urban seorang kader PMII, dalam prilaku, mentalitas agraris masih tercemin. Misal, meskipun secara verbal setiap kader PMII menginginkan PMII propesional, namun dalam selaku keseharian bentuk komunalisme masih menarik perhatia. Sehingga konflik yang sering kali muncul dikalangan kader, banyak berpangkal pada konflik eksisitensial-perasaan dari pada konflik perbedaan visi, strategi atau pandangan.
Tangtangan keempat, mahasiswa adalah generasi yang dilahirkan tahun-tahun dekade 1980-an  sebentar lagi mahasiswa kelahiran tahun 1990-an. Meraka menjadi remaja ketika setuasi krisis tengan berada dititik kulminasinya. Sehingga perwatakan mereka, tidak mungkin disamakan dengan mahasiswa kelahiran 1970-an. Ini tangtangan yang paling dekat yang berhubungan dengan rekruitmen sekaligus pengkaderan.
Keempat tantangan diatas menurut PMII untuk banyak menata diri agar dapat diterima oleh mahasiswa saat ini sehingga regenerasi pergerakan dapat berlangsung. Ekstensifikasi tatik penepatan dilapangan sangat dibutuhkan dalam hal ini. Dalam buku pendidikan krisis tranpormatif (PC. PMII Pandeglang). Disebutkan taktik masuk dari pintu mereka keluar dari kita. Secara konseptual nampaknya taktik inilah yang paling tepat dikembangkan dalam menghadapi mahasiswa kontenporer yang makin beragam. Secara teknis, kami harus jujur mengakui belum dapat merumuskan secara detaiil. Harapan kami konsep tersebut dapat dikembangkan dilapangan.

II.                Landasan Pemikiran
a.    Pancasila dan UUD 1945
b.AD dan ART PMII
c.   Peraturan Organisasi PMII
d.Hasil KONFERCAB X PC PMII Pandeglang
e.    Hasil MUKERCAB X PC PMII Pandeglang
f.     Rapat Pleno Pengurus Cabang PMII Pandeglang Periode 2011-2012

III.         Bentuk Kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD)  
Ø    Pelatihan Kader Dasar (PKD)
PKD ini di selenggarakan oleh Pengurus Cabang PMII Pandeglang dalam bentuk pendekatan partisipatoris yang menekankan keaktifan peserta untuk mengungkapkan pengalaman, pengetahuan dan gagasannya sesuai materi yang di berikan

IV.  Tema Kegiatan
 Membentuk Militansi kader dengan Dzikir,fikir,dan amal soleh


V.                 Landasan dan Tujuan Kegiatan
Ø  KADER berasal dari bahasa Yunani cadre yang berarti bingkai. Bila dimaknai secara lebih luas berarti orang yang mampu menjalankan amanat, memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian, pemegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaan dan kelangsungan suatu organisasi. Kader adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung kontinyuitas sebuah organisasi.
Di PMII sebutan kader disandang oleh anggota yang telah mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD). Namun secara utuh, kader adalah mereka yang telah tuntas dalam mengikuti seluruh Pengkaderan Formal, teruji dalam Pengkaderan Informal dan memiliki bekal melalui Pengkaderan Non Formal. Dari mereka bukan saja diharapkan eksistensi organisasi dapat tetap terjaga, melainkan juga diharapkan kader tetap akan membawa misi gerakan PMII hingga paripurna.
Ø  PENGKADERAN berarti proses bertahap dan terus-menerus sesuai tingkatan, capaian, situasi dan kebutuhan tertentu, yang memungkinkan seorang kader dapat mengembangkan potensi akal, kemampuan fisik, moral dan sosialnya. Sehingga, kader dapat membantu orang lain dan dirinya sendiri untuk memperbaiki keadaan sekarang dan mewujudkan masa depan yang lebih baik sesuai dengan cita-cita yang diidealkan, nilai-nilai yang diyakini serta misi perjuangan yang diemban

Ø  SISTEM PENGKADERAN PMII adalah totalitas upaya pembelajaran yang dilakukan secara terarah, terencana, sistemik, terpadu, berjenjang dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi, mengasah kepekaan, melatih sikap, memperkuat karakter, mempertinggi harkat dan martabat, memperluas wawasan, dan  meningkatkan kecakapan insan-insan pergerakan agar menjadi manusia yang muttaqin, beradab, berani, santun, cerdik-cendekia, berkarakter, terampil, loyal, peka, mampu dan gigih menjalankan roda organisasi dalam segala upaya pencapaian cita-cita dan tujuan perjuangannya.
Sistem Pengkaderan PMII mengenal tiga bentuk pengkaderan yang berkait satu dengan yang lain yaitu Pengkaderan Formal (MAPABA, PKD, PKL), Pengkaderan Informal dan Pengkaderan Non-Formal (pelatihan-pelatihan).Secara bersama-sama, ketiganya terpadu dengan suasana dan kebiasaan sehari-hari di lingkungan PMII yang memiliki andil menentukan dalam proses pengkaderan.
Karena diorientasikan untuk membentuk serta mengembangkan karakter, sikap, etika, produktivitas dan kreatifitas para kader, maka pengkaderan bisa dikategorikan sebagai aktivitas asasi dan sekaligus profetik. Terutama dalam upayanya mewujudkan misi, peran dan fungsi dalam kehidupan pribadi dan organisasi serta kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pengkaderan PMII juga merupakan sarana “perkaderan gerakan sosial”, yakni pembelajaran sosial atau pendidikan “politik gerakan” yang sistemik, terarah dan kontinyu. Melalui pengkaderan, insan-insan pergerakan diperluas pengetahuan dan wawasannya, ditempa keberanian dan karakternya, dikembangkan potensi dan kemampuan dirinya, dipupuk kemandiriannya, serta diasah kesadaran, kepekaan, kehendak dan kecakapan (“life-skill”, gerak dan ‘naluri petarung”) sosialnya.
Ø    Pelatihan Kader Dasar (PKD) adalah fase kedua penanaman nilai-nilai dan pembentukan militansi Mahasiswa untuk menjadi kader PMII. Dengan mengikuti PKD, secara formal seorang anggota telah syah menjadi Kader PMII setelah mengikuti pengkaderan formal yaitu PKD dan follow up–Nya. PKD merupakan fase awal setelah megikuti Masa Pengenalan Anggota Baru (MAPABA) dalam pengkaderan formal PMI. Secara umum PKD bertujuan membentuk kader Mujahid yakni kader militan dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai pergerakan. Untuk seterusnya,  kualfikasi Mujtahid ditandai bagaimana seorang kader :
a.       Siap untuk memberikan/mewakafkan dirinya bagi kepentingan pergerakan.
b.      Memiliki pengetahuan teoritik dan pengetahuan lapangan yang mempuni.
c.       Memiliki kemampuan dan keterampilan berorganisasi.

VI.              Penyelenggara
Pelatihan Kader Dasar (PKD)  ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pandeglang.

VII.           Model Pendekatan
Pelatihan Kader Dasar (PKD) diselenggarakan bagi mahasiswa yang beritikad ingin menjadi Kader PMII Mujtahid. Untuk itu secara umum dalam PKD digunakan pendekatan partisipatoris yang menekankan keaktifan peserta untuk mengungkapkan pengalaman, pengetahuan dan gagasan sesuai materi yang diberikan.
VIII.        Peserta PKD
Peserta PKD pada kegiatan ini terdiri dari seluruh Komisariat yang ada di wilayah Provinsi Banten dengan delegasi peserta maksimal 10 orang, diantaranya:
1.  Kab. Pandeglang
Ø UNMA Banten,
Ø STAISMAN,
Ø STAIBANNA,
Ø STAIM & STAIE MALNU Menes,
2.  Kab. Lebak
Ø STKIP Stiabudh,
Ø LATANSA,
Ø STAI WASFAL
3.  Kab dan Kota Serang
Ø UNTIRTA,
Ø IAIN SMHB
Ø STAIKA
IX.                       Sumber Dana
a.     Kas Pengurus Cabang pergerakan mahasiswa Islam Indonesia Pandeglang
b. Ponsorship
c.     Donatur yang tidak terikat




X.                 Waktu dan Tempat
Pelatihan kader dasar ini akan diselenggarakan  Pada :
Hari/ Tanggal                        : Selasa, 03 S.d 05 Mei 2011
Tempat Kegiatan             : Villa Alamanda Kp.Mataram Ds.Suka Rame Carita

XI.              Angaran Dana (Terlampir)

XII.           Susuna Pengurus Pantia Pelaksana (Terlampir)

XIII.        Penutup
Proposal ini kami susun sebagai acuan penyelenggaraan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Besar harapan kami melalui agenda ini akan terjalin komunikasi dan kerja sama yang lebih baik antara PMII dengan berbagai pihak. Dukungan dari semua pihak menjadi kunci bagi kesuksesan acara ini, bukan saja bagi Keluarga Besar PMII melainkan bagi seluruh elemen dan masyarakat pandeglang kini dan masa yang akan datang.

Wallahul Muwafieq Illaa Aqwith Tharieq
Wassalamu’ alaikum Wr Wb

Pandeglang, 23 April 2011

PANITIA PELAKSANA
PELATIHAN KADER DASAR (PKD)





MUHAMAD DEDE NASIR
Ketua Oc
BURHAN MAULANA
Sekretaris Oc

Mengetahui,
Pengurus Cabang
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
Cabang Pandeglag
Periode 2011-2012




ASSAFATUL KOMAR
Ketua Umum
MUHAMAD JIADAH, S.Pd,I
Sekretaris Umum






Lampiran 1

Manual Acara
PELATIHAN KADER DASAR (PKD)  
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII)
KABUPATEN PANDEGLANG


Waktu
Materi
PJ
Selasa, 03 Mei 2011
09:00-12:00
Pembukaan
1.         Pembacaan ayat suci Al – qur’an dilanjutkan dengan shalawat badar
2.         menyanyikan lagu Indonesia raya dan Mars PMII
3.Laporan ketua pelaksana
4.Sambutan – sambutan
·         Ketua Umum PMII Pandeglang

·     Ketua Mabincab PMII Pandeglang

·         Ketua Umum PKC PMII Banten

·         Bapak Bupati Pandeglang Sekaligus
membuka acara

   5.     Penutup atau Do’a

MC
Ta’lim

Yeni Rahman

Muhamad Dede Nasir

As safatul komar

Sutan Amali, SH

Ucuy Masyuri  

H. Erwan Kurtubi, MM



Drs Khozinul Asror, M,Ag
13:00- 14:00
Prakurikula
Peserta dan panitia
14:00 -14:30
Hiburan
KPJ Pandeglang
14:30 - 16:00
Paradigma PMII
Drs. Suhri Usman, M.Pd
16:00 - 16:20
Jeda shalat Asyar
Peserta
16:20 - 17:50
Ilmu Bumi Kampus
Aminudin,SH.MM
17:50 - 19:00
Ishola
All
19:00 - 20:30
Pengorganisasian Kampus
Nandang Kosim, S.Ag
20:30 - 22:30
Strategi pengembangan PMII
Kang Nunung Sarif
22:30 - 24:00
Rekayasa Sosial/Teknologi/Gerakan
Ucuy Masyuri Ibnu Sajim
Rabu, 04 Mei 2011
00:00 –04:00
Istirahat
All
04:00 - 05:00
Shalat Subuh Berjam’ah
All
05:00 - 07:00
Olah Raga
Panitia
07:00 -08:00
Coffe Break dan Sarapan
All
08:00 - 09:30
Sejarah PMII
Maskur MB, M.Ag
09:30 - 11:30
Islam Sebagai Teologi Pembebasan
Lukman Hakim, S.Pd.I
11:30-13:00
Ishoma
Panitia dan Peserta
13:00-14:30
Aswaja Sebagai Manhaj Al fkr
Drs. Khozinul Asror, M.Ag
14:30-16:00
Analisis Sosial
Lukman Hakim (gonggong)
16:00-16:20
Jeda Untuk Shalat Ashar
Peserta
16:20-17:50
Pengolaan Opni dan Gerakan Masa
Oji Fahruji, SH
17:50-19:00
Ishola
All
19:00-20:30
Study Advokasi Kebijakan dan Anggaran
TB.Nurujaman
20:30-22:00
Study Banding Keprofesian
Epul Saepullah, S.Ag
22:00-23:30
Analisis Wacana
Asep Himawan, SH
Kamis, 05 Mei 2011
23:30-00:45
Persentasi Materi Yg sudah disampaikan
Panitia
00:45-04:30
Istirahat/tidur
All
04:30-05:00
Shalat Subuh Berjamaah
All
05:00-07:00
Senam Pagi
All
07.00-08.00
Nyarap Plus Cofee Morning
All
08.00-11.00
Postes
Panitia
11.00-12.00
Pembae’tan
All
12:00-13:00
Closing Ceremony
All
Selesai
Pulang Kerumah Masing-masing

All

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar